Borderline atau yang biasa disebut BPD adalah sebuah kelainan kepribadian kluster B atau kluster dramatik. Kelainan kepribadian ini paling banyak dimiliki oleh wanita, namun ada juga beberapa dimana penderita BPD adalah pria. Banyak orang yang beranggapan BPD sebagi versi wanitanya seorang psikopat, karena banyak karakteristik yang dimiliki orang BPD dimiliki juga oleh psikopat. Masih banyak perdebatan diantara para ahli tentang penyebab utama dari BPD, akan tetapi pengalaman traumatik di masa kecil, pola asuh yang salah, dan faktor genetik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Berikut adalah karakteristik yang dimiliki oleh penderita BPD:

Emosi yang tidak stabil

Penderita BPD biasanya mempunyai emosional mood swing yang sangat drastis. Emosi yang dimiliki oleh penderita BPD dapat berubah drastis dari senang  berubah menjadi bahagia, dan dari cinta menjadi benci. Mood swing yang dimiliki seorang BPD biasanya akan membingungkan orang-orang disekitarnya dan bahkan orang-orang disekitarnya akan merasa takut akan perubahan mood swing tersebut.

Perubahan emosi yang dimiliki oleh BPD dapat membuat penderita BPD sebagai bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Orang-orang terdekat BPD akan sangat hati-hati dalam tindakan dan ucapannya, karena takut akan membuat kemarahan penderita BPD. Penderita BPD juga kadang tidak sadar ketika mereka marah dan menyakiti orang disekitarnya. Perubahan mood penderita BPD dapat terjadi dalam waktu beberapa minggu atau dalam hitungan jam.

Rasa Takut Ditinggalkan dan Terhadap Penolakan

Penderita BPD selalu merasa takut jika ditinggalkan dan ditolak oleh orang-orang sekitarnya terutama oleh pasangannya. Rasa takut ini kadang membuat penderita menjadi paranoid dan delusi. Tingkat paranoid dan delusi yang dimiliki oleh penderita BPD membuatnya kadang tidak bisa membedakan antara realitas dan fantasi.

Sebagai contoh, penderita BPD dapat menuduh pasangannya selingkuh dengan wanita lain, padahal hal tersebut tidak terjadi dan hanya merupakan bagian dari delusinya. Penderita BPD akan terus menuduh pasangannya selingkuh, meskipun pasangannya sudah membuktikan bahwa dia tidak selingkuh. Hal itu akan terus terjadi sampai rasa ketakutan yang dimiliki oleh penderita BPD mulai mereda.

Mempunyai Gambaran Diri yang Buram dan Berubah-Ubah

Penderita BPB mempunyai gambaran diri yang berubah-berubah dan cenderung tidak mengetahui dirinya sendiri. Sebagai contoh, orang BPD akan merasa bahwa dia merasa dirinya cantik pada suatu waktu dan kemudian akan merasa dirinya jelek. Penderita BPD juga cenderung sering mengkritik dirinya sendiri, hal itu akan membuat penderita BPD selalu merasa bahwa dirinya tidak berguna dan tidak puas dengan dirinya sendiri.

Merasa Terisolasi dan Hampa

Seperti gambar di atas, penderita BPD ketika menghadapi masalah berusahan untuk mengurung dirinya sendiri dan kemudian akan merasa terisolasi. Rasa terisolasi dan hampa yang dimiliki seorang BPD juga cukup kronis, sampai-sampai kadang dapat merasa terisolasi walaupun ditempat keramaian. Ketika penderita BPD sudah mencapai titik terisolasi yang kronis, dapat menyebabkannya melakukan hal-hal yang ekstrim seperti melukai diri sendiri dan bunuh diri.

Bunuh Diri atau Ancaman akan Melakukan Bunuh Diri dan Menyakiti Diri Sendiri

Salah satu faktor yang berbahaya dari penderita BPD adalah menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Hampir sebagian besar kasus bunuh diri yang terjadi, pelakunya adalah penderita BPD. Diperkirakan peluang dari penderita BPD untuk melakukan bunuh diri mencapai 3-10%. Selain melakukan bunuh diri, penderita BPD biasanya sering melukai dirinya sendiri. Perbuatan ini bisa berbagai macam, dari mulai menyilet tangan, membenturkan kepala di tembok, memakai obat-obatan tanpa anjuran dokter dalam jumlah yang banyak, memakai narkoba, dll.

Penderita BPD juga biasa mengunakan bunuh diri dan menyakiti dirinya sendiri sebagai ancaman terhadap orang disekitarnya untuk memenuhi keinginannya. Sebagai contoh, ketika penderita BPD merasa bahwa dia akan ditinggalkan oleh pasangnya, dia akan mengancam untuk bunuh diri. Jika penderita BPD sudah masuk ketahap berusaha untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, sebaiknya lakukanlah terapi ke psikolog.

Jika anda merasa salah satu anggota keluarga atau istri/suami anda menderita kelainan kepribadian ini, sebaiknya anda harus banyak membantu agar tidak sampai masuk ketahap terakhir. Meskipun menurut para ahli BPD tidak dapat disembuhkan, akan tetapi menurut saya orang yang memiliki BPD dapat berubah, walaupun tidak seratus persen. Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menghadapi orang yang menderita BPD dan anda harus ikhlas dalam menghadapinya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang BPD, saya sarankan menonton film Fatal Attraction, karena film ini memberikan gambaran yang sangat jelas terhadap penderita BPD.

  • Like jika anda suka dengan artikel ini
  • Share jika menurut anda artikel ini informatif
  • Komentar bila ada yang ingin anda tanyakan

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ARTIKEL INI

blogging tips
blogging tips